bangun jam 6 kurang an. keluar buat liat suasana pagi hari. lumayan jg. ada photo dan bbrapa videonya. mau nyari makan tp kebanyakan masih tutup, cm ada warung akhirnya cm beli mie dibawa pulang, makan sendiri.
sebelum beli mie, ke pantai sebentar, ada nelayan2 yg baru pulang.
setelah selesai makan mie, pergi menyusuri pantai ke sebelah kanan sampai ke goa langsir/lowo atau apa lah. di pantai sini banyak kepitingnya btw. banyak rumahnya jg, lubang di pasir. ada jg kepiting hitam di kali deket pantai/muara.
td ada kali dan jembatan, jembatannya goyang2, dan pinggirnya gk terlalu ada pager/pengawasnya, takut jatuh jg.
td berhenti buat duduk sebentar di pinggir pantai, dr jam 7 sampai jam 8 lebih, awalnya ombak masih kecil karna masih pagi, tp lama2 makin siang makin besar. waktu itu jg ada 1 keluarga dgn 2 anak kecil lg mandi, pergi duluan sebelum gw, mgkin karna ombaknya makin besar.
menyusuri pantai sampai ke ujung, lalu baliknya lewat jalan, yg gk pinggir pantai. banyak goanya, goa seribu candi, goa harta karun, dsb. namanya aneh2. kl saran gw, harusnya pk nama daerah aja biar lebih autentik/asli dikenal warga sekitar situ.
sampahnya jg banyak, sayang sekali. knp gk ada yg bersihin.
orang2nya ramah! kyknya semuanya sunda. pd ngomong pk bahasa sunda, gw seringkali gk paham. dam gw suka dipanggil aa. dan cewek sunda cantik2? no komen, tp mostlikely, yes.
jam 10-11 udah balik lg sampai deket homestay, td duduk dl sbentar buat istirahat sambil liat ombak dr kejauhan, lalu lanjut balik, beli nasi gorang 2 dibungkus, dan dimakan. lalu istirahat.
sekarang jam 11. bismillah
Jumat, 27 Desember 2019
Kamis, 26 Desember 2019
Sawarna D1
bangun jam 7 kurang sedikit, langsung mandi dan persiapan. tp lupa bawa headsetnya.
setelah siap2, langsung pergi dulu ke service laptop, buat beli charger acer baru karna yg lama baru aja rusak, tp servicenya gk ada, jd gk jd bawa charger. lalu langsung ke krl.
krl agak lama di beli tiketnya, karna uangnya, tp akhirnya bisa jg. lalu berangkat normal kyk biasanya, meskipun agak lama, banget. btw dr pagi blm makan.
sampai stasiun bogor, naik angkot ke terminal baranang siang, masih blm makan. di angkot ada 2 orang pengamen, 1 bawa kentrung 1 ketipung, nyanyi lagu "republik sulap" atau semacamnya. sampai jam 9an lebih
di baranang siang, langsung naik bus tp nunggu bbrapa lama dl br berangkat. perjalanan mungkin dr jam 10-11 sampai jam 3 an sore sampai di stasiun pelabuhan ratu. di perjalanan pemandangannya bagus, kyk di trenggalek. tetep blm makan, kecuali sampai di terminal pelabuhan ratu. pakai ikan, teri, dan sayur.
di bus tadi banyak pedagang asongan, gk satupun aku beli. ada jg 3 pengamen, yg pertama, sendirian, nyanyi lagu religi pk kentrung, tentang btp kita lupa sama Tuhan karena dunia ini begitu indah, dan meminta maaf kpd Tuhan. lainnya, 2-3 orang, pk ketipung dan kentrung, lupa lagunya apa. yg satunya, sendirian, lupa lagunya apa. dan ada juga penjual buku, buku tata cara sholat, zikir, dsb, calistung, kisah nabi, dsb. dan ada 1 lagi anak pondok yg minta sumbangan, dgn memulai dgn ceramah dulu, ttg pahala yg tak pernah putus yaitu salah satunya sedekah.
pedagang asongan termasuk buku sangat gk menarik, suatu saat harus diilangin dan diganti. orang2nya cari pekerjaan lain yg lebih layak.
di pelabuhan ratu jg shalat dhuhur sebentar, lalu berangkat ke terminal bayah pk minibus. perjalanan agak lama, mungkin sampai jam 6an. di minibus ditemenin sama adik bayi yg awalnya nangis. lucu jg. dr pagi/siang tadi semuanya ngomong pk basa sunda, suara tangisan bayi lebih familiar drpd basa sunda. atau cm gwnya aja yg gemes sm bayi.
perjalanan pelabuhan ratu ke bayah pemandangannya lebih bagus lg, dan lebih banyak naik turunnya. ada pemandangan pantai yg bs dilihat dr jauh dan agak dr atas. indah banget menurut gw. di sisi sblh kanan kl dr arah pelabuhan ratu. ada jg pabrik semen, punya kubah/dome merah, dan pipa2 pabrik, sama jembatan yg panjang entah buat apa lah itu.
sampai terminal bayah dianter ojek ke sawarna, ke tempatnya. akhirnya sampai jg, lalu nunggu sebentar bpknya.
lalu cari makan sambil jalan2 sbentar di mlm hari, hampir kesesat, tp balik jg.
ada wifinya.
tidur? bismillah hirrahman nirrahim
semoga besok lebih baik, aamiin.
setelah siap2, langsung pergi dulu ke service laptop, buat beli charger acer baru karna yg lama baru aja rusak, tp servicenya gk ada, jd gk jd bawa charger. lalu langsung ke krl.
krl agak lama di beli tiketnya, karna uangnya, tp akhirnya bisa jg. lalu berangkat normal kyk biasanya, meskipun agak lama, banget. btw dr pagi blm makan.
sampai stasiun bogor, naik angkot ke terminal baranang siang, masih blm makan. di angkot ada 2 orang pengamen, 1 bawa kentrung 1 ketipung, nyanyi lagu "republik sulap" atau semacamnya. sampai jam 9an lebih
di baranang siang, langsung naik bus tp nunggu bbrapa lama dl br berangkat. perjalanan mungkin dr jam 10-11 sampai jam 3 an sore sampai di stasiun pelabuhan ratu. di perjalanan pemandangannya bagus, kyk di trenggalek. tetep blm makan, kecuali sampai di terminal pelabuhan ratu. pakai ikan, teri, dan sayur.
di bus tadi banyak pedagang asongan, gk satupun aku beli. ada jg 3 pengamen, yg pertama, sendirian, nyanyi lagu religi pk kentrung, tentang btp kita lupa sama Tuhan karena dunia ini begitu indah, dan meminta maaf kpd Tuhan. lainnya, 2-3 orang, pk ketipung dan kentrung, lupa lagunya apa. yg satunya, sendirian, lupa lagunya apa. dan ada juga penjual buku, buku tata cara sholat, zikir, dsb, calistung, kisah nabi, dsb. dan ada 1 lagi anak pondok yg minta sumbangan, dgn memulai dgn ceramah dulu, ttg pahala yg tak pernah putus yaitu salah satunya sedekah.
pedagang asongan termasuk buku sangat gk menarik, suatu saat harus diilangin dan diganti. orang2nya cari pekerjaan lain yg lebih layak.
di pelabuhan ratu jg shalat dhuhur sebentar, lalu berangkat ke terminal bayah pk minibus. perjalanan agak lama, mungkin sampai jam 6an. di minibus ditemenin sama adik bayi yg awalnya nangis. lucu jg. dr pagi/siang tadi semuanya ngomong pk basa sunda, suara tangisan bayi lebih familiar drpd basa sunda. atau cm gwnya aja yg gemes sm bayi.
perjalanan pelabuhan ratu ke bayah pemandangannya lebih bagus lg, dan lebih banyak naik turunnya. ada pemandangan pantai yg bs dilihat dr jauh dan agak dr atas. indah banget menurut gw. di sisi sblh kanan kl dr arah pelabuhan ratu. ada jg pabrik semen, punya kubah/dome merah, dan pipa2 pabrik, sama jembatan yg panjang entah buat apa lah itu.
sampai terminal bayah dianter ojek ke sawarna, ke tempatnya. akhirnya sampai jg, lalu nunggu sebentar bpknya.
lalu cari makan sambil jalan2 sbentar di mlm hari, hampir kesesat, tp balik jg.
ada wifinya.
tidur? bismillah hirrahman nirrahim
semoga besok lebih baik, aamiin.
Senin, 18 November 2019
Lirik lagu Ethernal - The Seat of Kings
Fall, fall, the earth drinks deep
Rivers run, the sorrow, they keep
Deep down, the dragon here sleeps
Age old, the memories forever weep
We shall not forget
We shall rise again
And our cries shall tremble the hearts of men
As the sun has set
On this fallen land
And the dawn of our winter is now at hand
Upon the seat of kings
The wind sings a story
Of might and of glory awakening
As we sail away
On the day's dawning
The oceans are calling us on our way
Hail, hail, our fallen kin
Can you hear the song they sing?
Age old, the silence rings
Deep, down, the dragon is wakening
We shall not regret
As we turn away
And the wind will carry us on our way
As the sun has set
On this fallen land
And the dawn of our winter is now at hand
Upon the seat of kings
The wind sings a story
Of might and of glory awakening
As we sail away
On the day's dawning
The oceans are calling us on our way
As we ride we are one with the breaking day
As we wade our way deeper into the fray
As we fight we remember them
Grieving the fallen
Their voices are calling us, far away
And as the stones here will stand for 10000 years
And the rivers will run with our falling tears
For the ways now forgotten
Our wisdom is broken
The knowledge unspoken for us to hear
Upon the seat of kings
The wind sings a story
Of might and of glory awakening
As we sail away
On the day's dawning
The voices are calling us on our way
Hail!
Hail!
Hail!
Hail!
Rivers run, the sorrow, they keep
Deep down, the dragon here sleeps
Age old, the memories forever weep
We shall not forget
We shall rise again
And our cries shall tremble the hearts of men
As the sun has set
On this fallen land
And the dawn of our winter is now at hand
Upon the seat of kings
The wind sings a story
Of might and of glory awakening
As we sail away
On the day's dawning
The oceans are calling us on our way
Hail, hail, our fallen kin
Can you hear the song they sing?
Age old, the silence rings
Deep, down, the dragon is wakening
We shall not regret
As we turn away
And the wind will carry us on our way
As the sun has set
On this fallen land
And the dawn of our winter is now at hand
Upon the seat of kings
The wind sings a story
Of might and of glory awakening
As we sail away
On the day's dawning
The oceans are calling us on our way
As we ride we are one with the breaking day
As we wade our way deeper into the fray
As we fight we remember them
Grieving the fallen
Their voices are calling us, far away
And as the stones here will stand for 10000 years
And the rivers will run with our falling tears
For the ways now forgotten
Our wisdom is broken
The knowledge unspoken for us to hear
Upon the seat of kings
The wind sings a story
Of might and of glory awakening
As we sail away
On the day's dawning
The voices are calling us on our way
Hail!
Hail!
Hail!
Hail!
Minggu, 05 Mei 2019
Senin, 18 Maret 2019
Managemen Perubahan di Kementrian Keuangan
Kementerian Keuangan sebagai salah satu lembaga pemerintahan di Indonesia, tak lepas dari pandangan sinis masyarakat terhadap tingkat kepercayaan lembaga kementerian tersebut. Pandangan tersebut terbentuk dari lamanya budaya pungli, korupsi, serta rumitnya birokrasi yang ada di pemerintahan. Untuk Kementerian Keuangan sendiri, kurang memuaskannya keadaan dan perkembangan ekonomi Indonesia juga menjadi penyebab ketidakpercayaan tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)